..

..

Whois Online?

Thursday, May 18, 2017

Catatan Kunjungan Menteri ESDM ke Jepang; arah kebijakan sektor energi dan mineral ke depan ....

Saya (Jas Putih) berfoto bersama Pak Jonan di Balai Indonesia, Tokyo

Hari Minggu 14 Mei 2017 yang lalu dengan maksud menemani istri yang merupakan staf kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, saya pergi ke Balai Indonesia, Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT), di Meguro, Tokyo untuk menghadiri acara Pertemuan Menteri ESDM Bapak Ignasius Jonan, dengan masyarakat Indonesia yang tinggal di Jepang. Ada misi lain juga yaitu mendapat titipan dari teman-teman Radio Persatuan Pelajar Indonesia Jepang (PPIJ Radio) untuk meliput kunjungan Bapak Ignasius Jonan tersebut. Sambil menyelam minum air, begitulah kebiasaan saya yang tidak mau rugi. Berusaha melangkah tetapi mendapatkan 2-3 manfaat sekaligus. Dengan naik kereta api dari Tsukuba ke Meguro, dengan route Tsukuba Express (Tsukuba – Akihabara), dilanjutkan Yamanote Line (Akihabara – Meguro), akhirnya saya bisa sampai Balai Indonesia, 30 menit sebelum acara dimulai.

Acara dmulai dengan makan siang makanan khas Indonesia. Sebelum Pak Menteri ESDM datang sempat pula bertemu dengan Ibu. Dr Alinda F.M. Zain, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Jepang, yang merupakan kader ICMI, Orsat Bogor. Setelah say hello menyampaikan salam dari teman-teman ICMI Pusat di Jakarta, akhirnya rombongan Menteri ESDM sampai di lokasi acara. Tidak ada acara presentasi, acara dilanjutkan dengan tanya-jawab langsung selama kurang lebih satu jam. Menteri ESDM berusaha menjawab beberapa isu yang menjadi pertanyaan masyarakat Indonesia yang tinggal Jepang.

Pertama yang perlu dicatat adalah kebijakan di bidang pertambangan terkait Freeport, yang merupakan lingkup sektor di bawah ESDM. Menurut Menteri ESDM saat sedang dilakukan negosiasi antara PT. Freeport dengan pihak pemerintah. Beberapa syarat sudah mulai menemukan titik temu seperti divestasi lebih dari 50% saham ke pihak Indonesia, perubahan dari kontrak kerja ke izin pertambangan khusus, dan kewajiban membangun semelter selama 5 tahun ke depan dan tiap 6 bulan dievaluasi. Kebijakan ini tentu harus kita sambut gembira, tetapi ada beberapa catatan diantaranya adalah konsistensi kebijakan pemerintah ke depan, dan kemudian pihak Indonesia yang mana yang akan menerima manfaat dari divestasi saham freeport. Apakah benar rakyat dan umat akan diuntungkan atau hanya akan menguntungkan pihak tertentu terkait kebijakan divestasi ini.

Yang kedua adalah komitmen pemerintah untuk menyediakan listrik bagi 2500 desa di Indonesia yang saat ini belum teraliri listrik sama sekali. Menteri ESDM menyatakan bahwa minimal listrik bisa disediakan untuk lampu penerangan dahulu, untuk selanjutnya ditingkatkan kapasitasnya. Teknologi yang akan dipilih memanfaatkan potensi lokal baik menggunakan Mikrohidro maupun menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang terpusat. Dari kebijakan ini ada catatan yang perlu digaris-bawai mengingat teknologi ini masih mengandalkan barang import. Ke depan perlu dibangun industri-industri dalam negeri yang mendukung teknologi ini. Dan pengalaman ini terkait PLTS, banyak PLTS yang akhirnya mangkrak karena setelah diserahkan ke masyarakat, masyarakat tidak mampu memelihara dan menyediakan suku cadang dengan swa-mandiri. Komponen baterai yang harus diganti menjadi kendala pertama, disamping suku cadang lainnya.

Yang ketiga adalah kebijakan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLT Sampah). Menteri ESDM menyatakan bahwa terkait PLT Sampah tidak ada subsidi. Semua akan dijalankan dengan mekanisme pasar bisnis to bisnis dengan perhitungan adcost, dan tambahan margin utk insentif penyedia jasa. Untuk kebijakan ini memang harus dipertimbangkan juga mengingat PLT Sampah tidak semata-mata hanya menyasar energi, tetapi ada efek kebersihan lingkungan yang menjadi tujuan lainnya. Di Jepang pun energi dari PLT Sampah tidak terlalu diandalkan, meskipun Jepang punya 1024 buah PLT Sampah dengan kapasitas 11 Megawatt per unitnya rata-rata. Tetapi semua orang tentu mengakui, betapa bersihnya Jepang dengan kebijakan ini.

Yang keempat adalah kebijakan mencabut subsidi pengguna listrik 900 watt. Menteri ESDM menyatakan bahwa pengguna listrik dengan kapasitas 900 waat ini adalah sekitar 23 juta dan yang miskin dan benar-benar membutuhkan energi hanya sekiat 10%, sehingga pemerintah mengambil kebijakan untuk dicabut subsidinya. Sedang yang 10% dari 23 juta pelanggan disubsidi semacam KJS Energi. Dampak bagi rakyat dan umat mungkin akan terasa bagi pengguna listrik 900 watt yang memang sebenarnya tidak mampu.

Yang kelima adalah kebijakan prioritas energi baru dan terbarukan, dimana saat ini Geothermal, PLTS, Mikrohidro, dan PLT Sampah terus dikembangkan. Sedangkan Bioenergi dari Biomassa menjadi prioritas selanjutnya, dan yang menjadi prioritas terakhir adalah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Dalam kesempatan ini Menteri ESDM juga menyatakan, dengan kunjungannya ke Jepang dengan membawa semua Dirjen terkait termasuk staf ahli Presiden Bapak Rahmat Gobel, Jusman Safei Jaman dan lain-lainnya dimaksudkan untuk jemput bola dan memberi pesan ke pihak Jepang bahwa Indonesia serius bermitra di bidang energi dengan Jepang.

Demikian catatan dan sedikit review dari kunjungan Menteri ESDM ke Jepang, yang dimulai dari tanggal 14 Mei 2017 kemarin sampai beberapa hari ke depan. Salam dari Negeri Sakura ... 


Sunday, April 23, 2017

Kenangan Survei tempat tinggal di Tsukuba, Jepang

Sudah sekitar 6 bulan saya tinggal di Jepang, sejak bulan Oktober 2016.  Hal yang tidak dibayangkan sebelumnya, akhirnya dapat menikmati rasanya tinggal di Jepang, sambil kuliah S-3 di bidang Microwave Remote Sensing. Ilmu yang klu belajar di Indonesia masih susah nyari sumbernya. Rencana saya akan tinggal sampai dengan Tahun 2020, meskipun sebenarnya klu boleh memilih, saya pingin tinggal dan menetap di Jepang.

Agustus 2016 adalah awal kedatangan saya ke Jepang. Dimulai dari registrasi di kampus, sambil hunting tempat tinggal. Tsukuba adalah pilihan tempat saya tinggal, meskipun saya kuliah di Chiba. Ya karena rencana keluarga saya akan tinggal di sini. Jejak-jejak perjalanan saya ke Tsukuba pada Agustus 2016 dapat dilihat pda foto di bawah ini:

Saat berangkat survey Apartemen ke Tsukuba Agustus 2016 dari Stasiun Akihabara

Foto di atas adalah foto di atas kereta Tsukuba Express (TX) yang menghubungkan antara Akihabara dan Tsukuba, saat akan berangkat untuk melihat-lihat dan survey apartemen.

Foto di samping belakang SD Takezono
Foto di atas ini adalah foto saat saya mengunjungi SDN TakezonoHigashi, Tsukuba, Jepang. SD ini akhirnya menjadi SD tempat anak saya sekolah saat ini.

Foto di depan Pintu A5, Tsukuba, Jepang

Ini adalah foto di depan pintu A5 Stasiun Tsukuba Jepang. nanti akan saya tulis khusus tentang stasiun Tsukuba dan Tsukuba Express (TX).

Akhirnya pada Agustus 2016 itu, saya ditemani adik ipar saya (Nurhayati) yang sudah menetap di Jepang 4 tahun sebelumnya sebagai perawat, berjalan-jalan di Kota Tsukuba untuk hunting apartemen. Sampailah kami di daerah Takezono Higashi, kira-kira 5 menit dari Stasiun Tsukuba jika naik Bis. Sebenarnya prioritas saya adalah lokasi yang dekat dengan sekolah. Biar anak-anak mudah sekolahnya. Hasil hunting apartemen dan sekolah di Kota Tsukuba, Jepang saya abadikan dalam bentuk rekaman video di bawah ini.



Video Survei Apartemen di Kota Tsukuba, Jepang



Video Survei Lokasi Sekolah SD dan SMP di daerah Takezono Higashi, Tsukuba, Jepang

Saturday, December 24, 2016

Abas CH, Sang Legenda Waosan Buku Bahasa Jawa ...

Abas CH (Sumber: Radio Retjo Buntung, Yogyakarta)
Siapa tidak mengenal Abas CH? Bagi yang berasal dari Yogyakarta pasti pernah mendengar bacaan buku Abas CH di Radio Retjo Buntung. Abas CH bak seorang dalang pada saat membawakan bacaan buku. Bagi yang tidak menyadari, pasti tidak tahu bahwa bacaan buku yang dikemas seperti sebuah sandiwara radio itu hanya diperankan oleh satu orang. Abas CH bisa berlaku sebagai pembawa cerita, sekaligus pengisi suara untuk menghidupkan dialog setiap tokoh dalam cerita tersebut. . Baru saya sadari sekarang, setelah saya bermukim di Jepang. Ternyata Abas CH berasal dari satu kampung yang sama dengan saya. Kulonprogo, Yogyakarta. Meskipun saat ini Abbas CH telah berpulang, tapi suaranya akan tetap abadi di benak saya. Berikut ini adalah kisah Abbas CH yang saya temukan di slideshare.com yang dituliskan oleh saudari Misni Parijati. Dan saya salin dan saya publish kembali di sini sebagai bentuk penghormatan saya untuk beliau.

Abas CH:
Ia Mengabdi Melalui Dongeng
Oleh : Misni Parjiati

Bagi pendengar dongeng dan sandiwara di radio tentu tak asing dengan nama Abas CH. Ia juga seorang guru. Pada suatu Jumat petang ia berkenan berbagi cerita kepada kami mengenai mengajar dan mendongeng. Dua hal yang telah puluhan tahun ia Iakoni.

Ahmad Bashori atau lebih dikenal dengan nama Abas CH. Seorang pendongeng yang rutin mengisi acara di Retjo Buntung FM. di luar kesibukannya itu ia juga seorang guru Pendidikan Agama Islam.Setiap hari sekitar pukul 06.00 WIB ia berangkat dari rumahnya menempuh jarak lebih-kurang 35 kilometer dari rumahnya di Desa Tirtorahayu, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo menuju tempat ia mengajar di SD Jamus 1, kecamatan Luwar, Kabupaten Magelang.

Ahmad Bashori sejak kecil memang ingin menjadi guru. Pada 1971 ia mengikuti pendidikan guru agama di Bantul. Sejak 1978 ia mulai mengajar. Gelar D2 ia peroleh dari IAIN Walisongo pada 1996, yang kemudian dilanjutkan di STAIN Masjid Syuhada pada 2003.

Sejak kecil ia telah akrab dengan dongeng atau cerita, “Waktu kecil ibu saya sering dongengi,” tukasnya. Pengalamannya menjadi penyiar remaja di radio persatuan Bantul merupakan awal mula ia menjadi pendongeng. “Waktu jadi penyiar di sana mulai bikin paket cerita, ternyata banyak yang suka. Lalu 1981 saya jadi penyiar di radio Retjo Buntung sampai sekarang,” kata bapak tiga putra ini.

Keahliannya mendongeng pun ia terapkan dalam mengajar. Dongeng sebagai variasi dalam pembelajaran. Agar murid lebih memperhatikan pelajaran maka ia selingi dengan mendongeng. “Apalagi ini pelajaran agama, jadi ya diselingi dengan dongeng atau cerita sehingga menarik, daripada sekedar menghapal, mbak.” ujarnya pada kami saat kami menemuinya di kantor radio Retjo Buntung.

Lewat dongeng tak ada kesan menggurui, murid bisa langsung terkesan dan menangkap pesan yang ingin disampaikan lewat dongeng tersebut. Dongeng yang sering ia ceritakan biasanya berkaitan dengan materi pelajaran. Kisah para rasul dan nabi, dan kisah para sahabat. Selain itu ada juga dongeng atau cerita rakyat. “Seperti cerita tentang akibat orang yang durhaka berbuat dosa contohnya raja Firaun. Nah anak-anak bisa terkesan dan mungkin takut berbuat jahat dan mengambil contoh sifat para nabi dan orang saleh,” terangnya.

Selain itu dongeng dapat menumbuhkan daya imajinasi anak. Saat mendongeng sering dibarengi dengan akting, dan suara yang berbeda-beda. Dilengkapi juga dengan gambar-gambar dari buku. ”Sehingga anak mempunyai gambaran yang lebih bagus,” tambahnya.

Cara mendongeng ini tak hanya ketika mengajar pelajaran pendidikan agama Islam, namun juga saat ia mengajar pelajaran bahasa Inggris. Karena selain mengampu sebagai guru PAI ia juga mengampu guru bahasa inggris. Selama mengajar ia tidak melulu mendongeng, sering juga ia meminta giliran murid-muridnya untuk bercerita. “Mendongeng kan cuma selingan. Sering saya minta anak-anak yang cerita apa yang sudah mereka pahami,” katanya.

Saat murid-muridnya meski telah lulus tapi masih ingat dan hormat padanya, hal itu menjadi pengalaman yang berkesan dalam pengabdiannya sebagai guru selama 31 tahun. Seperti yang ia utarakan, “Saya senang karena masih diakui sebagai guru mereka. Mereka masih hormat dan menghargai saya. Karena mereka terkesan selama saya mengajar.”

“Mantan murid-murid saya sekarang sudah jadi orang sukses, tapi masih hormat dan menghargai saya. Tapi ada juga mantan murid saya yang jadi copet, pencuri, ya hal-hal buruk. Dalam hati mbatin, “kok murid-murid saya seperti itu' tapi yang namanya orang ya terbatas (kemampuannya),” lanjutnya.

Bagi Ahmad Bashori arti pendidikan adalah untuk mendewasakan anak. Mengajak anak lebih tahu hidup itu untuk apa, bukan sekedar meraih kepandaian. Mengajak anak ke arah kedewasaan dan punya akhlak mulia, itu bagi saya arti pendidikan,” jelasnya. Kecerdasan intelektual bersifat relatif. Tak bisa selalu satu-satu dijadikan patokan dalam menilai anak. Kecerdasan emosi anak juga mesti dikembangkan karena berpengaruh pada kehidupan masa depan anak. “Kalo IQ itu kan masing masing ya. Apa yang anak peroleh ia laksanakan,” tambahnya.

la ingin anak-anak yang menjadi generasi penerus selalu belajar. Mengacu pada agama yang mengangkat derajat manusia dan menjadi pembeda antara manusia dengan binatang adalah manusia mau membaca. “Seperti ayat pertama Alquran yang diturunkan adalah bacalah! Binatang kan nggak bisa baca,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa anak-anak bukan sekedar meraih tingkat pendidikan, namun lebih dari itu. Harapannya mereka banyak membaca tentang kehidupan sehari-hari, sehingga tahu kehidupan yang lebih baik.

Kegiatannya Sebagai Pendongeng

Selain menjadi guru Ahmad Bashori juga nyambi menjadi pendongeng dan pengisi sandiwara di radio Retjo Buntung. Pekerjaan ini sudah ia lakoni selama 28 tahun. Suaranya ketika mendongeng dapat kita dengarkan setiap hari pukul 13.00 kecuali Minggu pada acara Pembacaan Buku. Tiap Jumat sore ia take untuk acara Sandiwara Bahasa Jawa yang mengudara tiap minggu malam pukul 21.00 WIB. Setelah mengajar ia menuju kantor radio Retjo Buntung. Saat kami tanya apakah ia tidak merasa lelah dan jenuh dengan rutinitasnya. Ia menjawab, “Kan capek ya capek, tapi ini tugas. Tetap jaga kondisi tubuh saja. Tapi kalau sudah sampai di tempat tugas, misal di sini atau di sekolah jadi hilang capeknya.”

Sebagian besar muridnya tahu mengenai pekerjaan sampingannya sebagai pendongeng di radio. Pengalamannya sebagai penyiar dan pendongeng ia gunakan sebagai motivasi kepada murid muridnya. “Saya bilang ke anak-anak, “nek pinter kowe iso nyambi dadi penyiar: yo penyiar apa wae, iso penyiar radio, penyiar TV'. Mereka saya iming-imingi begitu,” ujarnya. Jika seseorang mempunyai keahlian apapun, itu mesti dikembangkan. Menurutnya setiap orang bisa mendongeng atau bercerita. Sudah mempunyai bakat tinggal dikembangkan dan dibiasakan.

Saat kami bertanya bagaimana memerankan tokoh yang berbeda-beda, ia menjawab bahwa penghayatan erat kaitannya dengan penguasaan materi. “Setelah menguasai materi saya pasti seakan-akan berlaku begitu. Misal perannya mesti marah-marah, ya saya marah-marah sampai teriak. Saya lupa kalo saya Abas,” jelasnya.

Prestasi yang pernah ia raih antara lain mewakili DIY sebagai pendongeng anak-anak nusantara pada Lomba Dongeng Anak Nusantara yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Seni dan Budaya di Jakarta pada 1998. Ia pernah mendapatkan penghargaan juara I lomba dongeng yang diselenggarakan oleh Kids Fun pada 1998. pada 2003 mendapat penghargaan di Kongres Bahasa Jawa [II di Yogyakarta.

Kegiatannya sekarang selain mengajar dan mengisi acara di radio Retjo Buntung, ia sering diminta mendongeng di depan umum dan menjadi juri dalam perlombaan dongeng anak-anak.

Sekitar empat tahun lagi ia purna tugas sebagai guru. Saat kami bertanya mengenai keinginannya setelah tidak lagi menjadi guru, ia menjawab, “Meski sudah nggak jadi guru saya masih ingin belajar. Dan kalau radio ini (Retjo Buntung) masih membutuhkan dan saya masih punya suara, saya akan tetap mendongeng.” pungkasnya.

Biodata :

Nama : AHMAD BASHORI S.Pd alias ABAS CH (Alm.)
Tanggal Lahir  : 15 Juni 1953

Alamat :
TIRTOYUDAN RT 28 RW 14 DESA TIRTORAHAYU, KECAMATAN
GALUR, KABUPATEN KULONPROGO

Pekerjaan :
GURU SD JAMUS 1, KECAMATAN LUWAR, KABUPATEN MAGELANG, PEN DONGENG

Dibawah ini adalah salah satu karya ABAS CH (Alm), dengan cerita "AKU JOKO DIK". Selamat mendengarkan !


Catatan:

Dari info yang saya dapatkan dari kaskus, Abas CH telah berpulang mendahului kita semua pada tahun 2010 pada usia 57 Tahun. Sehingga semenjak itu suara Abas CH sudah tidak terdengar lagi di Radio Retjo Buntung FM, di Kota Yogyakarta. Cerita "Aku Joko Dik" sendiri di atas disiarkan pada tanggal 7 Januari 2009 jam 13.00 - 13.30 WIB di RB FM, Yogyakarta.

Selamat jalan Abas CH, suaramu telah mewarnai Kota Yogyakarta selama kurang lebih 30 tahun dari Tahun 1980-an - 2010. Tentu banyak yang punya kenangan dengan suara Abas CH selama tumbuh dan berkembang di Kota Yogyakarta, termasuk saya ....

Sunday, January 10, 2016

Single Untukmu Pertiwi - Hot !!!

Teman-teman, hari ini saya meluncurkan single lagu dengan judul " Untukmu Pertiwi". Lagu ini saya dedikasikan untuk Ibu Pertiwi - Negara Republik Indonesia tercinta sebagai upaya saya agar dapat menggugah kesadaran kita semua betapa Ibu Pertiwi sangat membutuhkan kita untuk kembali kepadanya ...

Lagu ini dapat teman-teman download sebagai koleksi  dan dapat juga didengarkan secara streaming melalui widget dan link di bawah ini.



Lagu ini saya tulis sekitar tanggal 5 Desember 2015, dan baru saat ini bisa saya publikasikan. Lagu Untukmu Pertiwi ini juga saya arransemen sendiri dibantu oleh Fajar Catfish ... sahabat komunitas musik saya yang saat ini bermukim di Yogyakarta.

Versi Video ada di Youtube dan bisa dilihat di bawah ini:


Lyricnya ada di bawah ini:


UNTUKMU PERTIWI

Teman, pernahkah engkau renungkan
Apa baktimu untuk negeri ini

Semua karenaku
Merindukan teman untuk berbagi

Reff:

Dan bila engkau bertanya
Pada bintang di langit yang kelam
Tak dapatkah engkau mengerti
Rintihan sunyi anak negeri

Dan bila ku jauh berjalan
Menyebrangi derasnya impian
Ku yakin ku akan kembali
Untukmu pertiwi

Back Song
Teman, pernahkah engkau bertanya
Apa karyamu untuk negeri ini.

Semua karenaku
Merindukan teman untuk berbagi

Back to Reff.


Akhirnya saya ucapkan selamat mendengarkan lagu ini ....


Salam Ibu Pertiwi,