..

..

Whois Online?

Saturday, August 4, 2018

Pengalaman paling konyol akibat rendahnya keamanan kartu kredit CIMB Niaga


Ini ada cerita paling konyol sedunia, saat kartu kredit CIMB Niaga yang tidak pernah sampai ke tangan saya dan tidak saya ketahui berapa nomernya digelapkan dan digunakan oleh orang lain dengan cara merubah PIN, merubah e-mail saya, merubah kontak nomer HP dan bisa koordinasi ke CS Bank Niaga atas nama si pemakai kartu kredit itu, padahal sudah jelas namanya beda dengan saya. Silahkan ikuti cerita saya berikut ini, sebagai bahan pembelajaran.

Ceritanya dimulai ketika saya akan berangkat dan pindah ke Jepang pada akhir tahun 2016 lalu. Saat jalan-jalan di acara pameran acara Kompas Traveller di Gedung JHCC, kira-kira bulan Agustus 2016, ada counter Bank Niaga yang gencar mempromosikan kartu kredit. Saya akhirnya tertarik karena dengan seringnya saya bepergian ke Jepang atau Indonesia ke depan, sepertinya saya bisa memanfaatkan diskon tiket pesawat dan lain sebagainya dengan memanfaatkan kartu kredit.

Permasalahan terjadi setelahnya. Saya akhirnya berangkat ke Jepang akhir September 2016, dan kartu kredit saya sepertinya disetujui dan dikirim ke alamat kantor bukan rumah. Oleh yunior kantor, kartu kredit diserahkan ke adik saya dan akhirnya oleh adik saya disimpan di kantor konsultannya. Permasalahan terjadi setelah kira-kira bulan April, awal tahun 2018 adik saya ditelpon Bank Niaga perihal tunggakan kartu kredit saya. Akhirnya kami baru tahu, kalau kartu kredit saya telah dipakai orang lain. Setelah adik saya cek di kantornya, akhirnya baru ketahuan juga, klu kartu kredit saya yang disimpannya hilang, tinggal menyisakan amplop kartu kredit yang telah terbuka.

Dengan berbekal informasi adik saya perihal adanya tunggakan kartu kredit tersebut, akhirnya saya kirim e-mail ke CS Bank CIMB niaga dari Jepang, menanyakan perihal kartu kredit saya. Dan inilah e-mail saya, yang saya kirimkan pada tanggal 10 Mei 2018

Surat saya ke pihak Bank

Monday, July 30, 2018

Sungai Item dan problem pencemaran sungai di Jakarta yang belum pernah terselesaikan ...

Kondisi Sungai Item di Jakarta (Sumber: Kompas.Com)

Ada anekdot bahwa untuk dapat mengukur tingkat kesadaran kebersihan sebuah keluarga, cukup  anda lihat kebersihan toiletnya. Kalau kondisi toiletnya selalu bersih berarti keluarga tersebut mempunyai kesadaran akan kebersihan yang sangat tinggi, tetapi sebaliknya kalau seandainya kondisi toiletnya jorok, maka keluarga itu adalah keluarga yang mempunyai kesadaran kebersihan yang rendah.  Anekdot ini bisa digunakan untuk memotret keadaan kota, jika kota tersebut bersih dan sungainya airnya jernih, maka dapat dipastikan bahwa seluruh penghuni kota tersebut mempunyai kesadaran akan kebersihan yang tinggi, tetapi jika kotanya kotor dan air sungainya berwarna hitam, maka dipastikan bahwa mayoritas penghuni kota tersebut adalah masyarakat yang mempunyai kesadaran kebersihan yang rendah.

Monday, July 23, 2018

Indonesia perlu optimalkan penggunaan Teknologi SAR (Radar) di bidang kebencanaan

Teknik InSAR (Source: www.ga.gov.au)
Akhir minggu kemarin, saya menerima kumpulan materi digital dari kegiatan Konggres Teknologi Nasional (KTN), yang diselenggarakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dari tanggal 17-19 Juli 2018, khusus untuk materi bidang Kebencanaan dari seorang kolega dari Jakarta.

Saya baca slide satu persatu mulai dari slide hari pertama hingga hari ketiga, total ada 5 sesi dengan sekian jumlah judul slide dan pembicara dari berbagai institusi diantaranya BNPB, BMKG, BPPT, LAPAN dan lain-lain. Ada satu jawaban yang ingin saya cari, sampai sejauh mana Indonesia menerapkan teknologi Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk aplikasi di bidang kebencanaan baik dari sisi deteksi potensi bencana maupun monitoring paska bencana. Sesungguhnya ada banyak peran yang bisa disumbangkan oleh teknologi ini untuk Indonesia diantaranya: deteksi potensi lahan mudah terbakar di daerah gambut dengan berbagai pendekatannya baik polarimetri maupun interferometri, deteksi luas dan ketebalan lahan terbakar di daerah gambut, deteksi pergeseran tanah (landslide) dan amblesan (land subsidence), monitoring gunung api dan deteksi jenis material gunung-api, monitoring tumpahan lahar  paska bencana gunung meletus, deteksi ketinggian gelombang laut dan masih banyak lagi potensi teknologi ini yang bisa digali.

Ki Seno Nugroho dan Kisah Pandawa Mbangun SPBU

Pagelaran Wayang Kulit Ki Seno Nugroho
Ada kejadian yang cukup menggelitik saat Ki Seno Nugroho menampilkan cerita dengan judul " Pandawa Mbangun SPBU" pada pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang berlangsung di acara peresmian pembangunan Stasiun Bahan Bakar Umum kendaraan (SPBU) di daerah Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dan disiarkan secara live oleh PWKS melalui channel YouTube pada hari Minggu, 22 Juli 2018 Jam 21.00 - selesai. Siaran wayang kulit yang sedang berlangsung tiba-tiba dihentikan di awal pertunjukan setelah kira-kira satu jam berlangsung atas permintaan Ki Seno Nugroho sendiri melalui dialog yang diwakili oleh tokoh Bagong. Hal ini terjadi karena judul cerita Pandawa Mbangun SPBU dianggap sebagai cerita yang tidak lazim dan aneh, bahkan oleh dalangnya sendiri, tetapi tetap harus dipentaskan atas permintaan khusus dari yang punya hajat. Penghentian siaran secara streaming ini menyebabkan ribuan orang penggemar Ki Seno Nugroho yang sedang menonton siaran ini melalui channel YouTube kecewa.

Monday, July 16, 2018

Sertifikat Ahli Amdal / Limbah / Sampah Lisensi BNSP, dari mana anda bisa mendapatkan?

Saat ini, sebagai seorang ahli/profesional di Indonesia, anda dihadapkan pada tantangan untuk mendapatkan sertikasi profesi, sebagai akibat dari lahirnya Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Jika tidak, maka anda sebagai seorang profesional tidak akan bisa bersaing dan terlindas oleh kemajuan jaman.

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) adalah sebuah badan standarisasi yang diperuntukkan untuk membina kompetensi bagi para profesional di berbagai bidang tanpa kecuali. Di bawah BNSP, terdapat Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sebagai pelaksana operasional proses sertifikasi itu sendiri, sedangkan BNSP sifatnya adalah sebagai regulator dan fasilitator bekerjasama dengan kementerian teknis sebagai pembina sektor profesi.

Sunday, July 15, 2018

Seaside Line - Kereta Api Tanpa Masinis di Jepang

Kanazawa Seaside Line

SEASIDE LINE atau tepatnya Kanazawa Seaside Line adalah sebuah kereta api tanpa masinis yang beroperasi di wilayah Yokohama, Jepang. Kereta ini dikendalikan dengan sistem kontrol jarak jauh, tanpa masinis dan tanpa petugas kereta api lainnya. Kereta ini dioperasikan oleh perusahaan Yokohama New Transit Co. Ltd. dan mulai dioperasikan pada tanggal 5 Juli 1989.

Kereta ini melewati rute sebanyak 14 stasiun antara Stasiun Kanazawa-Hakkei sampai dengan Stasiun Shin-Sugita. Adapun urutan stasiun yang dilewati adalah sebagai berikut:

Berburu Alat Musik Bekas di HARD OFF - Jepang

Mall Hard Off di Jepang
Tahukah anda bahwa di Jepang banyak terdapat  Mall yang khusus menjual barang bekas? Berbagai brand Mall barang bekas di Jepang diantaranya adalah BOOK OFF, HARD OFF, SECOND STREET, WONDER REX dll.  Nah kali ini saya akan bercerita tentang Mall yang bernama HARD OFF .

Hard off sebagaimana mall barang bekas di Jepang, menjual berbagai barang yang semuanya bekas mulai dari baju, alat rumah tangga, elektronik, alat olahraga, alat musik dan lain-lainnya. Secara kebetulan hobby saya adalah musik, dengan sendirinya jalan-jalan ke Hard Off sambil melihat-lihat alat musik bekas adalah hiburan yang spesial buat saya.

Thursday, May 18, 2017

Catatan Kunjungan Menteri ESDM ke Jepang; arah kebijakan sektor energi dan mineral ke depan ....

Saya (Jas Putih) berfoto bersama Pak Jonan di Balai Indonesia, Tokyo
Hari Minggu 14 Mei 2017 yang lalu dengan maksud menemani istri yang merupakan staf kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, saya pergi ke Balai Indonesia, Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT), di Meguro, Tokyo untuk menghadiri acara Pertemuan Menteri ESDM Bapak Ignasius Jonan, dengan masyarakat Indonesia yang tinggal di Jepang. Ada misi lain juga yaitu mendapat titipan dari teman-teman Radio Persatuan Pelajar Indonesia Jepang (PPIJ Radio) untuk meliput kunjungan Bapak Ignasius Jonan tersebut. Sambil menyelam minum air, begitulah kebiasaan saya yang tidak mau rugi. Berusaha melangkah tetapi mendapatkan 2-3 manfaat sekaligus. Dengan naik kereta api dari Tsukuba ke Meguro, dengan route Tsukuba Express (Tsukuba – Akihabara), dilanjutkan Yamanote Line (Akihabara – Meguro), akhirnya saya bisa sampai Balai Indonesia, 30 menit sebelum acara dimulai.

Sunday, April 23, 2017

Kenangan Survei tempat tinggal di Tsukuba, Jepang

Sudah sekitar 6 bulan saya tinggal di Jepang, sejak bulan Oktober 2016.  Hal yang tidak dibayangkan sebelumnya, akhirnya dapat menikmati rasanya tinggal di Jepang, sambil kuliah S-3 di bidang Microwave Remote Sensing. Ilmu yang klu belajar di Indonesia masih susah nyari sumbernya. Rencana saya akan tinggal sampai dengan Tahun 2020, meskipun sebenarnya klu boleh memilih, saya pingin tinggal dan menetap di Jepang.

Agustus 2016 adalah awal kedatangan saya ke Jepang. Dimulai dari registrasi di kampus, sambil hunting tempat tinggal. Tsukuba adalah pilihan tempat saya tinggal, meskipun saya kuliah di Chiba. Ya, karena rencana keluarga saya akan tinggal di sini. Jejak-jejak perjalanan saya ke Tsukuba pada Agustus 2016 dapat dilihat pda foto di bawah ini:

Saat berangkat survey Apartemen ke Tsukuba Agustus 2016 dari Stasiun Akihabara

Saturday, December 24, 2016

Abas CH, Sang Legenda Waosan Buku Bahasa Jawa ...

Abas CH (Sumber: Radio Retjo Buntung, Yogyakarta)
Siapa tidak mengenal Abas CH? Bagi yang berasal dari Yogyakarta pasti pernah mendengar bacaan buku Abas CH di Radio Retjo Buntung. Abas CH bak seorang dalang pada saat membawakan bacaan buku. Bagi yang tidak menyadari, pasti tidak tahu bahwa bacaan buku yang dikemas seperti sebuah sandiwara radio itu hanya diperankan oleh satu orang. Abas CH bisa berlaku sebagai pembawa cerita, sekaligus pengisi suara untuk menghidupkan dialog setiap tokoh dalam cerita tersebut. . Baru saya sadari sekarang, setelah saya bermukim di Jepang. Ternyata Abas CH berasal dari satu kampung yang sama dengan saya. Kulonprogo, Yogyakarta. Meskipun saat ini Abbas CH telah berpulang, tapi suaranya akan tetap abadi di benak saya. Berikut ini adalah kisah Abbas CH yang saya temukan di slideshare.com yang dituliskan oleh saudari Misni Parijati. Dan saya salin dan saya publish kembali di sini sebagai bentuk penghormatan saya untuk beliau.